Diseluruh penjuru negri ini sedang mengenang hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 atau 63 tahun yang silam atas nama bangsa Indonesia sang proklamator Bung Karno dan Bung Hatta membacakan teks proklamasi dengan disaksikan dan didengarkan dengan hikmat oleh seluruh dunia.
Indonesia merdeka, merdeka dari penjajahan asing yang telah lama menjajah nusantara ini. Negri ini kini tinggal mengenyam manisnya perjuangan para pahlawan penyabung nyawa, yang rela menukar hartanya, keluarganya dan jiwanya demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak banyak yang tahu seberapa berat perjuangan yang mereka lakukan saat itu, dan bagaimana cara menghargai jasa-jasanya.
Negri ini tidak akan pernah merdeka dari penjajahan asing jika hanya mengandalkan nyali dan berbusung dada seperti yang dilakukan oleh para generasi sekarang. Keberanian adalah faktor nomor dua, namun yang paling utama adalah tertanamnya rasa semangat tanpa pamrih. Dengan semangat itulah para pejuang berhasil meraih kemerdekaan yang kemudian diwariskan pada penerus bangsa dengan harapan dapat meneruskan cita-cita yang luhur mewujudkan masyarakat yang tentram adil dan makmur. Ini merupakan perjuangan kedua yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa.
Cita-cita tersebut tidak akan berhasil jika semangat tanpa pamrih yang dimiliki para pejuang tidak diwarisi oleh bangsa ini. Selain hamparan gemah lipah loh jinawi ini, para pejuang juga mewariskan jiwa dan semangat idealis, patriotisme dan nasionalisme.
Jika bangsa ini ingin mewujudkan cita-cita luhur para pahlawan, maka bangsa ini hendaknya mewarisi jiwa dan semangat para pahalawan tersebut, tanpa itu sangat tidak mungkin Indonesia Raya dapat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Dihari yang bersejarah ini sudah sepatutnya bangsa ini berkaca dan berkaca tentang apa yang sudah diperbuat dan dilakukan untuk negri ini selama kurun waktu 63 tahun. Apa yang telah dipersembahkan untuk kemakmuran negri ini atau hanya menjadi benalu pada Bunda Pertiwi. Memelihara sifat malu sangat dibutuhkan untuk terciptanya mental yang luhur. Dan hilangnya rasa malu akan berakibat tumbuh menjadi benalu yang akan menurunkan martabat bangsa dimata dunia. Merupakan kewajiban pada setiap warga negara untuk selalu menjaga tetap tegaknya NKRI agar benar-benar menjadi bangsa yang besar yang disegani dunia. Para penghabis uang negara akan menjadi ancaman yang serius bagi NKRI, konsekwensi hukum yang diterima oleh para koruptor tidak seimbang apabila dibandingkan dengan bahaya yang timbul akibat dari perbuatannya. Begitu pula narkoba yang merajalela juga menjadi ancaman tersendiri untuk terciptanya penerus bangsa yang tangguh dan handal. Narkoba merupakan ancaman yang sangat besar bagi tetap tegaknya NKRI, bersantai-santai, lengah dan hura-hura merupakan akibat yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba sehingga hilang rasa waspada pada diri. Hilangnya kewaspadaan di suatu negara akan memberi peluang besar terhadap bahaya yang datang dari dalam maupun dari luar. Pihak-pihak yang mempunyai misi untuk menguasai sendi-sendi kehidupan bangsa ini akan mudah memberi warna dan corak karena tidak adanya benteng pertahanan yang kuat.
Dengan semangat kemerdekaan ini sebagai bangsa yang bijaksana harus mampu mengatur strategi agar makna kemerdekaan bukan hanya bermakna sebagai negara bekas jajahan akan tetapi dapat bermakna suatu negara yang telah mengukir tinta mas menjadi pemenang dari dari stiap bahaya yang mengancam keutuhan NKRI.
Indonesia merdeka, merdeka dari penjajahan asing yang telah lama menjajah nusantara ini. Negri ini kini tinggal mengenyam manisnya perjuangan para pahlawan penyabung nyawa, yang rela menukar hartanya, keluarganya dan jiwanya demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak banyak yang tahu seberapa berat perjuangan yang mereka lakukan saat itu, dan bagaimana cara menghargai jasa-jasanya.
Negri ini tidak akan pernah merdeka dari penjajahan asing jika hanya mengandalkan nyali dan berbusung dada seperti yang dilakukan oleh para generasi sekarang. Keberanian adalah faktor nomor dua, namun yang paling utama adalah tertanamnya rasa semangat tanpa pamrih. Dengan semangat itulah para pejuang berhasil meraih kemerdekaan yang kemudian diwariskan pada penerus bangsa dengan harapan dapat meneruskan cita-cita yang luhur mewujudkan masyarakat yang tentram adil dan makmur. Ini merupakan perjuangan kedua yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa.
Cita-cita tersebut tidak akan berhasil jika semangat tanpa pamrih yang dimiliki para pejuang tidak diwarisi oleh bangsa ini. Selain hamparan gemah lipah loh jinawi ini, para pejuang juga mewariskan jiwa dan semangat idealis, patriotisme dan nasionalisme.
Jika bangsa ini ingin mewujudkan cita-cita luhur para pahlawan, maka bangsa ini hendaknya mewarisi jiwa dan semangat para pahalawan tersebut, tanpa itu sangat tidak mungkin Indonesia Raya dapat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Dihari yang bersejarah ini sudah sepatutnya bangsa ini berkaca dan berkaca tentang apa yang sudah diperbuat dan dilakukan untuk negri ini selama kurun waktu 63 tahun. Apa yang telah dipersembahkan untuk kemakmuran negri ini atau hanya menjadi benalu pada Bunda Pertiwi. Memelihara sifat malu sangat dibutuhkan untuk terciptanya mental yang luhur. Dan hilangnya rasa malu akan berakibat tumbuh menjadi benalu yang akan menurunkan martabat bangsa dimata dunia. Merupakan kewajiban pada setiap warga negara untuk selalu menjaga tetap tegaknya NKRI agar benar-benar menjadi bangsa yang besar yang disegani dunia. Para penghabis uang negara akan menjadi ancaman yang serius bagi NKRI, konsekwensi hukum yang diterima oleh para koruptor tidak seimbang apabila dibandingkan dengan bahaya yang timbul akibat dari perbuatannya. Begitu pula narkoba yang merajalela juga menjadi ancaman tersendiri untuk terciptanya penerus bangsa yang tangguh dan handal. Narkoba merupakan ancaman yang sangat besar bagi tetap tegaknya NKRI, bersantai-santai, lengah dan hura-hura merupakan akibat yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba sehingga hilang rasa waspada pada diri. Hilangnya kewaspadaan di suatu negara akan memberi peluang besar terhadap bahaya yang datang dari dalam maupun dari luar. Pihak-pihak yang mempunyai misi untuk menguasai sendi-sendi kehidupan bangsa ini akan mudah memberi warna dan corak karena tidak adanya benteng pertahanan yang kuat.
Dengan semangat kemerdekaan ini sebagai bangsa yang bijaksana harus mampu mengatur strategi agar makna kemerdekaan bukan hanya bermakna sebagai negara bekas jajahan akan tetapi dapat bermakna suatu negara yang telah mengukir tinta mas menjadi pemenang dari dari stiap bahaya yang mengancam keutuhan NKRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar